Jumat, 26 Februari 2010

Ciri-Ciri Makhluk Hidup Seperti Manusia, Hewan Dan Tumbuhan

1.

Makhluk hidup bernapas

Bernapas adalah mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida serta uap air. Setiap makhluk hidup mempunyai cara dan alat pernapasan yang berbeda-beda. Manusia dan hewan darat bernapas menggunakan paru-paru, sedangkan hewan air bernapas menggunakan insang. Amfibi misalnya katak ketika masih berudu bernapas menggunakan insang tetapi setelah dewasa menggunakan paru-paru dan kulit. Kadal bernapas dengan paru-paru, burung bernapas dengan paru-paru dan mempunyai pundi udara untuk membantu bernapas ketika terbang. Tumbuhan mengambil oksigen dari udara melalui stomata (mulut daun) dan lentisel (mulut batang).
Proses bernapas ada 2 tahap yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah proses masuknya udara ke dalam paru-paru.Mengambil udara, udara yang masuk bermacam-macam, yaitu oksigen, nitrogen, karbon dioksida, karbon monoksida dan lain-lain. Ekspirasi adalah proses pengeluaran udara dari paru-paru. Setelah sampai di paru-paru, maka udara yang digunakan oleh tubuh hanyalah oksigen saja karena digunakan untuk proses penghasilan energy atau biasa dikenal dengan oksidasi biologis.

2.

Makhluk hidup bergerak

Semua makhluk hidup dapat bergerak.Ada yang bergerak berpindah tempat dan ada pula yang tidak berpindah tempat. Gerak berpindah tempat dapat dilihat pada kambing yang berlari, anjing yang berkejar-kejaran, danburung yang terbang. Gerak tidak berpindah tampat, misalnya mengatupnya daun tumbuhan putri malu ketika disentuh dan melilitnya bagian tubuh tumbuhan.
Gerak yang dilakukan oleh makhluk hidup merupakan tanggapan atau respon terhadap rangsang yang diterima.
Kepekaan makhluk hidup dalam memberikan tanggapan terhadap rangsang berbeda-beda. Pada hewan, gerakan yang ditimbulkan dapat dengan mudah diamati. Hewan dilengkapi dengan alat gerak yang berbeda-beda, misalnya burung bergerak dengan kaki dan sayap, ular bergerak dengan perut, dan katak bergerak dengan tungkai depan dan tungkai belakang.
Pada umumnya, gerakan pada tumbuhan sangat lambat. Gerakan yang terjadi dapat gerakan pindah tempat, maupun gerakan bagian tubuh tumbuhan.

3.

Makhluk hidup menerima dan menaggapi rangsang

Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menerima dan menanggapi rangsang (iritabilitas ). Beberapa jenis hewan mempunyai alat indra yang berfungsi menerima dan memberi tanggapan terhadap rangsang, misalnya mata menerima rangsang cahaya, telinga menerima rangsang suara, hidung menerima rangsang bau, dan kulit menerima rangsang sentuhan.
Tumbuhan tidak mempunyai indra seperti pada manusia atau hewan. Namun, tumbuhan juga mampu menerima dan menanggapi rangsang, antara lain rangsang cahaya, zat-zat kimia, unsur-unsur harta, dan gravitasi. Sebagai contoh, akar tumbuhan selalu tumbuh menuju ke pusat bumi, hal ini sebagai respon terhadap gravitasi bumi. Demikian juga, ujung batang selalu tumbuh ke arah datangnya cahaya matahari.
Beberapa tumbuhan sangat peka terhadap sentuhan, misalnya tumbuhan putri malu. Jika tumbuhan putri malu disentuh, maka akan mengatupkan daunnya.

4.

Makhluk hidup memerlukan makanan

Makanan diperlukan oleh makhluk hidup, karena makanan merupakan sumber energi yang digunakan untuk beraktivitas. Selain itu, makanan juga diperlukan untuk mengganti sel yang rusak dan membantu pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, apabila kita tidak makan, maka badan kita akan lemas. Jika hal ini dilakukan terus- menerus, maka pertumbuhan tubuh kitaakan terganggu.
Manusia memperoleh makanan dari hewan dan tumbuhan. Hewan memperoleh makanan dari hewan lainnya dan tumbuhan. Adapun tumbuhan hijau memperoleh makanan melalui proses fotosintesis. Tumbuhan yang tidak mempunyai zat hijau daun atau klorofil dapat hidup sebagai saprofit, epifit, dan bahkansebagai parasit.

5.

Makhluk hidup mengeluarkan zat sisa

Proses pengeluaran zat sisa dibedakan menjadi defekasi, ekskresi dan sekresi. Defekasi yaitu proses pengeluaran sisa hasil pencernaan makanan yang tidak berguna bagi tubuh yang disebut feses. Ekskresi yaitu proses pengeluaran zat sisa hasil metabolism sel yang sudah tidak digunakan oleh tubuh dan dikeluarkan bersama urin, keringat atau pernafasan. Sekresi yaitu proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang berguna bagi tubuh.
Zat sekresi utama pada hewan ada tiga macam, yaitu karbondioksida, air dan senyawa nitrogen. Karbondioksida dan air dikeluarkan ketika bernapas, sedangkan senyawa nitrogen mengandung tiga macam zat yaitu ammonia, asam urat dan urea.
Tumbuhan mengeluarkan oksigen dan uap air pada siang hari sedangkan pada malam hari mengeluarkan karbondioksida.

6.

Makhluk Hidup Tumbuh dan Berkembang

Tumbuh adalah proses kenaikan volume tubuh yang bersifat tidak kembali ke keadaan semula (irreversible). Misalnya dari pendek menjadi tinggi, tidak akan kembali menjadi pendek lagi atau dari kecil menjadi besar, tidak akan kembali menjadi kecil lagi.
Berkembang adalah suatu proses menuju dewasa yang bersifat kualitatif dan tidak dapat diukur. Manusia dan hewan dikatakan dewasa jika alat reproduksinya sudahnmenghasilkan sel kelamin. Pada tumbuhan, khususnya tumbuhan berbunga ditandai dengan telah munculnya bunga sebagai alat reproduksi tumbuhan.

7.

Makhluk Hidup Berkembang Biak

Untuk kelestariannya makhluk hidup melakukan proses perkembangbiakan (reproduksi). Tujuan reproduksi adalah untuk mempertahankan jenis supaya tidak punah dan menghasilkan keturunan baru. Cara makhluk hidup berkembang biak berbeda-beda. Manusia, kerbau, kambing dan kuda dengan melahirkan. Ayam, katak, dan ikan dengan bertelur. Sedangkan tumbuhan dengan menggunakan biji, tunas atau spora.
Reproduksi makhluk hidup dibedakan secara kawin (seksual) dan tak kawin (aseksual). Reproduksi seksual melibatkan induk jantan dan induk betina. Induk jantan menghasilkan gamet jantan yang disebut spermatozoa dan induk betina menghasilkan gamet betina yang disebut ovum atau sel telur. Pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina disebut fertilisasi yang nantinya akan membentuk zigot. Dan zigot akan berkembang membentuk individu baru. Adapun reproduksi aseksual misalnya reproduksi pada amoeba atau bakteri yang berkembangbiak dengan membelah diri.
Pada tumbuhan reproduksi seksual sering disebut reproduksi generatif, sedangkan reproduksi aseksual disebut reproduksi vegetatif. Reproduksi vegetatif pada tumbuhan misalnya dengan tunas, geragih, akar tinggal atau umbi.

Ciri-Ciri dan Perbedaan Tumbuhan / Pohon Monokotil dan Dikotil / Biji Berkeping Satu dan Dua - Ilmu Sains Biologi

Pada tumbuhan kelas / tingkat tinggi dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae. Ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil hanya dapat ditemukan pada tumbuhan subdivisi angiospermae karena memiliki bunga yang sesungguhnya.

Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :

1. Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari
3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium
6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
7. Pelindung akar dan batang lembaga
- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
- Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
8. Pertumbuhan akar dan batang
- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
- Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

A. Contoh tumbuhan monokotil :
- Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
B. Contoh tumbuhan dikotil :
- Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.

Perbedaan Karakteristik Antara Hewan dan Tumbuhan (Ciri-Ciri)

Berikut ini adalah perbedaan antara tumbuh-tumbuhan / pohon dengan hewan secara umum yang meliputi berbagai bidang, yaitu :

1. Cara Mendapatkan Makanan
- Hewan : Heterotrof
- Tumbuhan : Autotrof dan Heterotrof

2. Pigmen / Pigmentasi
- Hewan : Tidak memiliki klorofil
- Tumbuhan : Pada umumnya berklorofil

3. Susunan Tubuh
- Hewan : Mempunyai susunan tubuh dan sejumlah tipe organ yang tetap
- Tumbuhan : Hidupnya menetap di suatu tempat dengan organ tubuh yang selalu berganti-ganti

4. Reaksi Terhadap Rangsangan
- Hewan : Peka dan memiliki sistem syaraf / saraf
- Tumbuhan : Kurang peka dan tidak mempunyai sistem syaraf / saraf

5. Pertumbuhan
- Hewan : Secara tertutup dengan ukuran dan bentuk yang relatif terbatas
- Tumbuhan : Ukuran dan bentuk mudah berubah dengan dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar

6. Cairan Tubuh
- Hewan : Cairan tubuh kaya akan zat garam
- Tumbuhan : Cairan tubuh sedikit mengandung garam

7. Diferensiasi
- Hewan : Lebih berdiferensiasi dengan memiliki banyak organ tubuh
- Tumbuhan : Sedikit diferensiasi dengan sedikit organ tubuh

8. Susunan Sel
- Hewan : Tidak memiliki dinding sel dengan vakuola yang kecil atau bahkan tidak memiliki vakuola
- Tumbuhan : vakuola besar dan memiliki dinding sel tebal pada sel-selnya

Serangga dan ciri-cirinya

Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya.
Ciri-ciri Insecta, antara lain:
-
Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut.
-
Kepala dengan:
a.
Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba.
b. Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit.
-
Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)
-

Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.

Berbagai tipe mulut serangga
- Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:
a. kaki untuk menggali (anjing tanah)
b. kaki untuk meloncat (belalang)
c. kaki untuk berenang (kumbang air)
d. kaki untuk pengumpul serbuk sari
e. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
f. kaki untuk memegang (belalang sembah)

Pada setiap mesotoraks (mesothorax) dan metatoraks (metathorax) terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap.
-
Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.
-
Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus.
-
Sistem saraf tangga tali.
-
Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.
-
Sistem peredaran darah terbuka.
-
Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.
-
Tempat hidup di air tawar dan darat.
-
Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dewasa.

0 komentar:

Poskan Komentar